Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan seperti Claude, GPT, dan Gemini telah mempermudah hidup kita dalam mengerjakan segala sesuatu, tetapi sering kali membuat manusia menjadi lebih lemah dalam berpikir karena tugas - tugas yang memerlukan berpikir berpindah bebanya dari manusia ke AI. Dalam penelitian di Cina menemukan nilai ulangan menurun akibat mengerjakan PR-nya dengan AI, penggunaan AI meningkatkan nilai PR 18% dan menurunkan nilai ulangan bulanan sebanyak 30%. David Strömberg, dkk.
Kemudian ada juga pernyataan yang mengatakan kalau programmer yang tidak memahami kodenya sendiri itu tidak memiliki. Karena orang baru sadar kalau technical debt akibat vibe coding yang terjadi lumayan parah efeknya. Juga beberapa member di group kesayangan kita semua, Ingin Menjadi Programmer Handal Namun Enggan Ngoding (IMPHNEN). Mengeluhkan tidak bisa melanjutkan proyeknya sendiri ketika token habis.
Sehingga saya berpikir ketika kita belajar ngoding dan masih ingin memahami dasar - dasar ngoding kita perlu untuk membatasi dari yang namanya vibe coding dan perlu mengambil - alih kendali atas kode kita dari AI dengan tahap seperti berikut :
1. Ganti dari Agentic Client ke IDE
Mungkin terdengar seperti kemunduran kalau kita melihat perkembangan AI hari ini yang dimana programmer banyak yang melakukan loop enginnering dan menyerahkan kendali sepenuhnya ke AI. Tetapi untuk kita yang masih belajar, hal ini mungkin sangat bermanfaat agar kita setidaknya melihat kode-nya sendiri yang berujung mencoba untuk memahaminya.
Setelah kita kembali ke IDE(Intergrated Development Environment), ubahlah settingan chat AI dalam keadaan read-only dengan mode ask (vscode) atau kalau zed bisa anda suruh AI-nya jangan nulis apapun ke baris kode. Jadi kita hanya menggunakan AI ketika sudah mentok.
2. Ketika Menemukan Masalah, Janganlah Langsung Mencari Solusi Lewat AI
Seperti yang saya telah bahas sebelumnya, memang benar kalau mentok bisa nanya AI tetapi kalau kita sedikit sedikit nanya AI sebelum mencoba menyelesaikanya sendiri itu sama aja seperti vibe code dan mengurangi keterlibatan kita dalam proses ngoding sehingga percuma kalau kembali ke IDE. Sebaiknya kalau ada masalah ketika ngoding, entah itu error ataupun bug, coba cari dahulu di Google atau baca dokumentasi. Bahkan kalau misal menggunakan Google jangan membaca ringkasan AI-nya terlebih dahulu.
3. Tanyakanlah Kenapa AI Memberikan Solusi Itu
Ketika kita akhirnya terpaksa menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah. Coba untuk bertanya alasan dibalik solusi yang AI berikan. Agar kita masih memahami apa yang AI betulkan sehingga suatu saat nanti apabila terpaksa membetulkan sendiri tidak terlalu kebingungan dan mampu untuk membetulkanya sendiri tanpa harus bergantung dengan AI.
Kesimpulanya
Kita harus menarik rem dan mundur sedikit kebelakang dari menggunakan AI untuk vibe coding / loop engineering ke sekedar memanfaatkan AI sebagai mesin pencari ultra cepat, agar cara berpikir kita tidak tumpul. Tapi kalau anda seorang senior developer, anda bisa mengabaikan saran ini apabila kepepet deadline. Soalnya saya sendiri juga masih pemula dalam ngoding dan sedang mencari jalan tengah bagaimana agar saya tetap belajar di era AI seperti ini. Begitulah sekian tulisan saya dan terimakasih. Semoga kita dapat belajar dan otak kita tetap tajam di era AI ini.
Komentar
Posting Komentar